Ini 5 Cara Mengurangi Lemak di Perut Agar Nggak Buncit

oleh

Uri.co.id – Perut buncit menandakan menumpuknya lemak di daerah perut.

Memiliki lemak di perut mungkin adalah hal menyebalkan bagi sebagian orang.

Lemak di perut juga berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.

Menumpuknya lemak di perut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan kondisi kesehatan lain.

Pakar kesehatan sekaligus profesor klinis senior di Huntingdon College Montgomery, Michele Olson, PhD, menerangkan perut buncit bisa diakibatkan oleh perubahan hormon, stres, kurang tidur, dan kehamilan bagi perempuan.

Meskipun seseorang tidak bisa langsung menghilangan buncit di perut seketika, tetapi Olson mengungkap lima cara jitu untuk menghilangkan lemak di perut secara bertahap.

1. Pilih Makanan Mengandung Serat Larut

Rutin mengonsumsi makanan olahan, seperti keripik, makanan instan, makanan manis, dapat menyebabkan perut buncit.

Perut yang seharusnya rata dan berbentuk bagus akan menjadi buncit karena konsumsi makanan-makanan tersebut.

Rachel Fine, pemilik To The Pointe Nutrition mengatakan, makanan-makanan itu diproduksi menggunakan pemanis, seperti sirup jagung fruktosa tinggi.

Jika dikonsumsi dalam jumlah besar, kandungan tersebut terbukti meningkatkan akumulasi lemak viseral (lemak di dalam rongga perut) di hati, yang mengarah pada kenaikan berat badan, peradangan, dan penyakit terkait.

Sebagai gantinya, pilihlah makanan yang mengandung serat larut yang sehat, seperti oatmeal, ubi, alpukat, dan buah jeruk.

Penelitian mengungkapkan bahwa konsumsi makanan di atas dalam jumlah besar akan membantu menghilangkan lemak di perut.

2. Kurangi Alkohol dan Minuman Berkarbonasi

Mengurangi asupan alkohol juga menjadi cara jitu.

Alkohol mengandung sekitar tujuh kalori per gram, yang setara dengan sembilan kalori per gram.

Alkohol juga diserap tubuh dengan cepat.

Jadi, ketika dikonsumsi berlebihan, metabolisme alkohol merusak metabolisme makronutrien lain, seperti karbohidrat dan lemak, yang mengakibatkan pada kerusakan lemak di perut.

Selain itu, membatasi konsumsi minuman berkarbonasi juga diperlukan, menurut saran Vanessa Voltolina, RD, ahli diet di New York City.

Ia mencatat bahwa minuman bersoda, meskipun enak, dapat menyebabkan perut kembung.

Sebagai gantinya, minumlah banyak air putih.

Air putih dapat bertindak sebagai penekan nafsu makan, serta membantu menjaga tubuh dari perasaan kembung.

3. Olahraga Rutin

Berolahraga lebih dari sekadar menambah harapan hidup seseorang.

Berolahraga juga meningkatkan kesehatan otak, mengurangi tingkat stres, dan membantu mengendalikan usus.

Jurnal Cell Metabolism mengungkapkan bahwa olahraga secara spesifik membantu mengurangi lemak viseral.

Namun, kunci menghilangkan lemak di perut adalah dengan olahraga dan memastikannya untuk dilakukan secara rutin.

Menurut Olson, 85% denyut jantung harus bekerja secara maksimal.

“Semakin tinggi detak jantung Anda, semakin tinggi pelepasan epinefrin ke dalam aliran darah dan sel,” jelasnya.

“Efek samping positif dari epinefrin adalah bahwa ia juga mengaktifkan pelepasan lemak perut yang lebih besar ke dalam aliran darah untuk digunakan sebagai energi, sambung Olson.

Olson merekomendasikan latihan beban yang intens atau latihan kardio gaya sprint.

4. Tidur Cukup

Kurang tidur dapat memicu hormon dalam tubuhmu untuk merasakan lapar dan merangsang nafsu makan.

Penelitian telah menunjukkan bahwa ketika seseorang tidak cukup istirahat, orang akan cenderung makan junk food, dan membentuk otot perut pun akan sulit dilakukan.

Untuk membantu menjaga lemak perut tetap terkendali, usahakan untuk tidur setidaknya selama tujuh hingga delapan jam setiap malam.

Jika memungkinkan, tidurlah pada waktu yang sama setiap malam.

Satu penelitian menemukan bahwa wanita yang melakukannya dan tidur sekitar delapan jam per malam memiliki lemak tubuh yang lebih rendah.

5. Tenangkan Pikiran, Hindari Stres

Stres yang dapat muncul dalam berbagai ebntuk dapat merusak kesehatan.

Ketika persepsi tubuh tentang stres meningkat, kortisol atau hormon stres akan dilepaskan dari kelenjar adrenal.

Level normal dilepaskan ketika seseorang bangun di pagi hari atau selama berolahraga.

Stres kronis dapat menyebabkan peningkatan kortisol dan hormon stres lainnya, yang menyebabkan peningkatan gula dalam aliran darah, kenaikan berat badan, masalah pencernaan, depresi, dan sejumlah efek kesehatan lainnya.

Sebuah penelitian di Psychosomatic Medicine menegaskan hubungan antara stres dan kenaikan berat badan.

Penelitian mengungkapkan bahwa wanita yang paling rentan terhadap efek stres lebih cenderung memiliki lemak perut berlebih dan kadar hormon stres kortisol yang lebih tinggi.

Menurut sebuah studi dalam jurnal Psychoneuroendocrinology, salah satu alasannya adalah bahwa wanita cenderung makan lebih banyak, terutama makanan manis, saat mereka stres.

Itulah mengapa dianjurkan untuk tetap memiliki pikiran yang tenang dan menghindari stres.

Menurut sebuah studi Journal of Obesity tahun 2011, wanita yang mengalami pengurangan stres dan menguasai teknik pemusatan pikiran cenderung kehilangan lemak perut.

Jadi, lakukan yoga yang dapat menghilangkan kecemasan.

Selain itu, kamu juga bisa membuka aplikasi-aplikasi pemandu meditasi.

(Uri.co.id/Citra Anastasia)

https://style.Uri.co.id/2019/05/29/biar-nggak-buncit-ini-5-cara-mengurangi-lemak-di-perut?page=all

 Uri.co.id  Tips Jitu Hilangkan Lemak di Perut, Konsumsi Makanan Kaya Serat hingga Rajin Olahraga. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!