Alsan Sanda Belajar Bersabar Usai Mendapat Kartu Merah Pertamanya

oleh

Uri.co.id — Pemain serba bisa milik Bhayangkara FC, Alsan Sanda mengaku kecewa diusir keluar wasit dari lapangan saat timnya bertamu ke kandang Bali United, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (21/5/2019) lalu.

Akibat kartu kuning kedua yang berbuah kartu merah pada menit ke-61 itu, The Guardians — julukan Bhayangkara FC– menjadi pincang, sehingga kebobolan lewat tendangan keras Yabes Roni sembilan menit kemudian.

Melawan Bali United, Alsan mendapat kartu kuning pertama pada menit ke-29. Eks Bali United itu kemudian menerima kartu kuning kedua dari wasit Agusman Fauzan Arifin pada menit ke-61.

“Sebenarnya kecewa dapat kartu merah. Karena kartu merah itu tim saya mengalami kekalahan. Cuma itu sudah jadi keputusan wasit, ya harus bisa diterima,” kata Alsan Sanda, kutip Uri.co.id dari laman liga-indonesia.com.

Ini merupakan kartu merah pertama sepanjang karir pemain 26 tahun tersebut. Karenanya itu memetik pelajaran berharga dari pengalamannya ini.

Alsan pun mencoba untuk lebih sabar lagi dalam bermain, terutama saat mengambil keputusan di lapangan.

“Hikmahnya mungkin ke depan harus bisa lebih sabar mengambil keputusan. Walau niatnya tak melakukan pelanggaran tapi sudut pandang wasit berbeda jadi harus dipetik sebagai pelajaran” imbuh pemain asal Kupang, Nusa Tenggara Timur itu. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!