Inilah Tiga Titik Pemantauan Hilal di Bangka Belitung

oleh

Uri.co.id.COM– Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang membentuk tim untuk ikut dalam kegiatan Rukyatul Hilal awal Ramadan 1440 H / 2019 M yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Pantai Tanjung Raya, Desa Penagan, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Minggu (5/5/2019).

Tim terdiri dari Kepala Kantor, H Abdul Rohim, Kasubbag Tata Usaha Eyde Tusewijaya, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam, H Firmantasi, Penyelenggara Syariah Rissa Mulia Artha, staf Penyelenggara Syariah, Philip Bahari, staf Bimas Islam Aida, serta Bagian Humas, Gema Virgana dan Rezza Fansuri.

Rombongan tim berangkat dari Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang sekitar pukul 14.00. WIB dan sampai di lokasi pemantauan hilal, Pantai Tanjung Raya Penagan pukul 16.00. WIB.

Pantai Tanjung Raya Penagan merupakan salah satu dari tiga lokasi Rukyatul Hilal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain itu ada di Pantai Tanjung Kalian Kabupaten Bangka Barat dan Pantai Tanjung Pendam Kabupaten Belitung.

Dalam pemantauan hilal ini, Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggunakan alat teleskop digital dan theodolite yang dapat dengan jelas melihat ketinggian bulan.

Dalam kegiatan tersebut turut dilibatkan pula beberapa tim ahli yang berasal dari Kanwil Kemenag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, BMKG Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, BMKG Kota Pangkalpinang, Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Badan Hisab Rukyat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Penyelenggara Syariah Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang, Rissa Mulia Artha mengatakan Rukyatul Hilal adalah proses penentuan awal bulan kalender Hijriyah dengan merukyat (mengamati) hilal secara langsung.

“Metode ini seringkali digunakan untuk menentukan bulan-bulan yang berkaitan dengan ibadah dalam agama Islam, seperti bulan Ramadhan, Syawal, serta Dzulhijjah,” jelas Rissa kepada Uri.co.id.

Ditambahkannya, hal ini juga didasarkan pada Hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi,
“Berpuasalah kamu karena melihat hilal dan berbukalah kamu karena melihat hilal. Jika terhalang maka genapkanlah”.

“Oleh karena itu, sesuai instruksi dari Kepala Kantor yang berdasarkan Surat dari Kantor Wilayah, maka kami membentuk tim yang ikut dalam Rukyatul Hilal kali ini,” ungkapnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, H Abdul Rohim yang juga ikut memantau hilal melalui teleskop digital pada kesempatan tersebut mengungkapkan, lokasi Pantai Tanjung Raya merupakan lokasi yang cukup strategis untuk memantau hilal, karena berada di tempat terbuka, sehingga memudahkan untuk melakukan pengamatan.

“Akan tetapi, dari hasil pantauan kami melalui teleskop tadi, kami tidak dapat melihat wujud hilal, dikarenakan pandangan tertutup awan dan kondisi cuaca yang kurang bersahabat,” kata Rohim.

Dijelaskannya, bahwa hilal bisa dilihat jika sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam, namun harus dalam posisi diatas 2 derajat, dengan syarat syarat saat matahari terbenam ufuknya harus bersih, tidak tertutup awan.

“Namun dari informasi yang kami terima dari pihak BMKG berdasarkan hasil perhitungan pusat geopotensial dan tanda waktu, ketinggian bulan saat ini sudah diatas 5 derajat dengan umur bulan sudah 12 jam. Adapun
syarat penentuan hilal, ketinggian bulan diatas 2 derajat dengan umur diatas 8 jam. Berarti secara perhitungan sudah dapat dipastikan bahwa besok sudah masuk awal Ramadan,” jelas Rohim.

Ditambahkannya, bahwa hasil pantauan hilal di Pantai Tanjung Raya tersebut akan dilaporkan oleh pihak Kantor Wilayah ke Kementerian Agama Pusat, dan bersama hasil pantauan hilal dari berbagai lokasi di seluruh wilayah Indonesia lainnya akan dijadikan sebagai salah satu rujukan dalam sidang isbat penentuan awal Ramadhan 1440 H yang akan digelar ba’da sholat Maghrib. (Uri.co.id/Edwardi) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!