Fakta Ini Jadi Alasan Petugas Ditnarkoba Polda Babel Tangkap Oknum Polisi dan Petugas Lapas | Bangka Uri.co.id

Bangka Uri.co.id

Menu

Fakta Ini Jadi Alasan Petugas Ditnarkoba Polda Babel Tangkap Oknum Polisi dan Petugas Lapas

Fakta Ini Jadi Alasan Petugas Ditnarkoba Polda Babel Tangkap Oknum Polisi dan Petugas Lapas
Foto Fakta Ini Jadi Alasan Petugas Ditnarkoba Polda Babel Tangkap Oknum Polisi dan Petugas Lapas

URI.co.id – Pelaku penyalahgunaan narkoba dapat dilakukan siapa saja.

Tidak hanya masyarakat sipil, oknum aparat juga bisa terlibat barang haram tersebut.

Lebih mirisnya lagi, bukan hanya sebagai pemakai, tetapi menjadikan narkoba bisnis untuk meraup keuntungan.

Kondisi seperti inilah salah satu alasan upaya pemberantasan narkoba tidak mudah.

Aparat yang seharusnya bagian dari pemberantasan narkoba, justru terlibat.

Beberapa waktu lalu, Direktorat Narkoba Polda Babel berhasil menggulung pelaku penyalahgunaan narkoba.

Kerja keras tim Ditnarkoba membuahkan hasil.

Kecurigaan terhadap sejumlah orang akhirnya terbukti.

Baca: Di Video Film Dewasa, Nama Bupati Cantik Ini Kok Disebut-sebut Sebelum Adegan Hot

Petugas Direktorat Narkoba Polda Babel melakukan penangkapan di tiga tempat berbeda.

Ketiga kasus tersebut tidak saling berkaitan.

Namun, ketiganya diduga selain pemakai juga mengedarkan narkoba.

“Diduga kuat selain menggunakan narkoba karena urine mereka positif juga diduga mengedarkan narkoba. Pekan lalu kita lakukan penggerebekan serentak dan ketiganya beda jaringan,” ungkap Dir Narkoba Kombes (Pol) Suhirman, Rabu (27/9/2017).

Mengejutkan, ternyata ada oknum anggota polisi dalam penangkapan itu.

Pangkat yang disandangnya Brigadir Polisi.

Artinya, dia sudah cukup lama bergabung dengan lembaga kepolisian, tempatnya berkarir.

Sayang, selama di Korps Bhayangkara, oknum ini malah bertingkah.

Petugas Ditnarkoba menangkap Brigadir MY bersama sejumlah barang bukti narkoba.

Dari penggeledahan, ditemukan ganja 134 gram dan sabu 14 gram yang telah dipecah dalam 33 kemasan siap edar.

Ada juga uang Rp 5.280.000, 5 HP, 2 timbangan digital, 1 buku rekap, 1 parang, 6 butir peluru aktif dan peralatan pengguna sabu-sabu.

Penemuan barang bukti itu membuat Brigadir MY tak berkutik.

Dia akhirnya pasrah digiring rekan seprofesinya untuk menjalani pemeriksaan.

Brigadir MY dibekuk di kediamannya di kawasan Parit Lalang Kota Pangkalpinang.

Dia diamankan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sementara pecatan Polri yang berinisial Sd diamankan di Jl Fatmawati Kampak Kota Pangkalpinang.

Dari tangannya, polisi menemukan barang bukti 1 paket sabu seberat 7,12 gram, 1 HP dan satu motor.

Berbekal barang bukti itu, petugas punya alasan kuat untuk menangkap sang mantan polisi.

Kini, dia menjalani hari-harinya di tahanan Polda Babel.

Hz oknum pegawal Lapas dan An yang dibekuk oleh Dit Narkoba Polda Kepulauan Babel pekan lalu.

Hz oknum pegawal Lapas dan An yang dibekuk oleh Dit Narkoba Polda Kepulauan Babel pekan lalu. (Istimewa)

Terakhir untuk oknum pegawai lapas berinisial Hz (34) diamankan di Gang Nanas Pangkalpinang.

Turut ditangkap juga rekannya, An (31) pekerja swasta.

Keduanya ditangkap dengan barang bukti 2 paket sabu seberat 1,87 gram, uang Rp 1.573.000, 2 unit HP dan satu bong.

Semua pelaku diciduk berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat.

Melalui proses pengembangan aparat, berhasil menangkap keempatnya.

Polda Babel memastikan tidak ada tebang pilih dalam penanganan kasus tersebut.

Baik oknum anggota Polri atau tidak, semuanya sama yakni menjalani proses hukum.

Apalagi, barang bukti yang diamankan cukup kuat untuk memeriksa para tersangka lebih lanjut.

“Tidak ada pengecualian keempat tersangka kita proses baik oknum Polri maupun bukan,” tegas Kombes (Pol) Suhirman.

Sementara itu Kabid Humas AKBP Abdul Munim mengatakan sesuai instruksi pimpinan Polri tidak ada ampun bagi penyalahgunaan narkoba apalagi pengedar.

Termasuk anggota Polri yang terlibat akan diproses sesuai hukum pidana selain itu juga akan disidang kode etik Polri.

Penegasan itu agar anggota Polri jangan sampai terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

Sanksi dipecat siap menanti jika ada yang terbukti terlibat.

Komitmen itu tidak main-main, karena sudah banyak oknum anggota Polri yang diberhentikan karena masalah narkoba.

“Pimpinan sudah mengingatkan jika masih ada anggota Polri yang menggunakan atau mengedarkan narkoba, maka risiko ditanggung sendiri termasuk sanki terberat dipecat dari Polri,” kata AKBP Abdul Munim. (die) (uri/racia/amsihs/GR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Bangka Uri.co.id