30 Desa di Bateng Terindikasi Penggunaan Dana Desa Tak Sesuai | Bangka Uri.co.id

Bangka Uri.co.id

Menu

30 Desa di Bateng Terindikasi Penggunaan Dana Desa Tak Sesuai

30 Desa di Bateng Terindikasi Penggunaan Dana Desa Tak Sesuai
Foto 30 Desa di Bateng Terindikasi Penggunaan Dana Desa Tak Sesuai

Laporan Wartawan URI.co.id 30 Desa di Bateng Terindikasi Penggunaan Dana Desa Tak Sesuai Saputra

URI.co.id, BANGKA — Kepala Ispektorat Bateng, Eddyson Hutagalung mengatakan untuk pengawasan dana desa dilakukan setiap tahun. Namun biasanya pengawasan dilakukan di akhir tahun, Senin (11/9/2017).

“Jadi januari 2017 sudah disusun itu, audit dana desa audit reguler, disitu karena kita memeriksa itu berdasarkan identifikasi resiko, tidak semua desa diperiksa, karena auditor yang masih kurang, dan juga dana yang tersedia,” ujarnya.

Dari 56 desa yang ada sejauh ini ada 30 desa yang terindikasi, Eddyson mengatakan puluhan desa ini menjadi bahan untuk pemeriksaan dan tidak semua desa. 30 desa ini katanya terkait adanya laporan masyarakat, media, serapan rendah, penyimpangan dan sdm yang lemah.

“Samplingnnya 30 desa, berdasarkan resiko, kita koordinasi dengan dinsos, kalau monitoring evalasuinya yang intesif dinas dan camat, kita tidak periksa sekaligus, kalau ada laporan dan informasi kita lakukan pemeriksaan, jadi 30 desa ini terindikasi, dari yang sudah kita petakan,”. Ujarnya.

Saat ini kata Eddyson pihaknya akan turun ke desa untuk melakukan pemeriksaan. Banyak kelemahan didesa yang membuat dana desa tak berjalan dengan baik terutama untuk laporan.

“Penyebabnya ada beberapa hal tadi, pertanggungjawaban masih lemah, dari segi spj baik formal dan non formal, baik fakturnya. Selain itu tranfaransi keterbukaan dari aparat desa, selama ini kurang terbuka, kalau kurang terbuka tata kelola desa masih lemah, masyarakatnya juga harus aktif, kades juga harus kreatif,” kata Eddyson.

Eddyson mengatakan besarnya dana desa saat ini sangat rentan kesalahan. Pasalnya, satu desa menerima sekitar Rp 1,6 hingga lebih dari Rp 2 miliar.

“Dana besar memang rentan jadi pertanggungjawaban, partisipasi masyarakat dan sdm desa, saat ini kita sedang mau turun,” ungkapnya. (uri/jeng/evicka/erard/ADG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Bangka Uri.co.id