Gara-gara Mencuri Komputer di Sebuah Sekolah, Pria Dua Anak Ini Jadi Gagal Menikah | Bangka Uri.co.id

Bangka Uri.co.id

Menu

Gara-gara Mencuri Komputer di Sebuah Sekolah, Pria Dua Anak Ini Jadi Gagal Menikah

Gara-gara Mencuri Komputer di Sebuah Sekolah, Pria Dua Anak Ini Jadi  Gagal Menikah
Foto Gara-gara Mencuri Komputer di Sebuah Sekolah, Pria Dua Anak Ini Jadi Gagal Menikah

URI.co.id,BANGKA--Rencana Rustam yang ingin menikah lagi dalam bulan ini pupus sudah.

Pria asal Jalan Ampera, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan ini harus mendekam di penjara karena ulahnya sendiri yang mencuri peralatan elektronik komputer di SMP PGRI 2 Toboali, pada Kamis, (6/7/2017) malam.

Berdasarkan pengakuan tersangka Rustam dirinya mencuri karena mendesak kebutuhan ekonomi, dirinya yang hanya bekerja serabutan ingin mendapatkan biaya menikah dengan sang kekasih dalam waktu dekat.

“Terdesak ekonomi karena ingin mencari biaya untuk nikah, kalau dapat uang, nikahnya tidak lama lagi, bulan ini lah,sebenarnya aku tidak ada niat,tapi aku hilaf, jadi saya minta maaf ke negara dan orang yang bersangkutan,”jelas pria yang memiliki dua anak ini kepada wartawan, Jumat (7/7/2017)

Rustam menambahkan, bahwa dirinya melakukan pencurian alat komputer di dalam laboratorium sekolah pada Kamis (6/7/2017) malam, sekitar pukul 20.00 WIB, ketika beraksi, ia melihat kondisi sekolah yang sedang sepi, lalu dengan mencongkel jendela menggunakan cangkul ia berhasil masuk.

“Itu aku gunakan untuk membuka jendela menggunakan cangkul, karena aku lihat ada cangkul di situ,” ujarnya

Akibat ulahnya tersebut, Rustam juga merasa menyesal dan sudah membuat malu keluarganya, dengan terus menundung ia menyampaikan rasa menyesalnya.

Terpisah, Kapolsek Toboali AKP Faisal mengatakan bahwa modus pelaku melakukan pencurian di sekolah PGRI yakni dengan cangkul hingga jebol lalu tersangka masuk ke dalam ruangan laboratorium sekolah.

Pelaku ditangkap pada Kamis (6/7/2017) malam, di Jalan Ampera, Kecamatan Toboali, anggota buser yang tahu keberadaan langsung mendatangi lokasi keberadaan tersangka.

“Kita terungkap pada saat olah TKP mendapati ada bekas tinta printer yang mengarah langsung ke rumah pelaku, laluki anggota mengikuti jejak tersebut, yang mengarah ke rumah pelaku yang berjarak sekitar 20 meter dari sekolah tersebut. Dari anggota sempat bertemu dengan pelaku dan melakukan introgasi kepadanya, tetapi pelaku sempat membantah melakukan pencurian,”jelasnya

“Namun ketika kita melakukan penggeledahan di dalam rumahnya, tiba tiba pelaku melarikan diri, dari situ kita ber asumsi bahwa pelaku ini yang melakukanya, lalu kita kejar dan berhasil di tangkap, sementara untuk barang bukti, di dapatkan tidak jauh di belakang hutan rumah tersangka yang di letakkan bawah bandar,”ucapnya

Untuk motifnya sendiri, lanjut Kapolsek tersangka melakukan pencurian karena terdesak biaya menikah dengan sang pacar.

“Motifnya ia melakukan pencurian karena ingin menikah lagi, sehingga nanti hasil curian untuk biaya nikah, karena dia ini statusnya masih memiliki istri tetapi sudah pisah ranjang, belum cerai secara sah,”ujarnya sembari mengatakan tersangka di kenakan pasal 363 KUHP ayat 1 ke 5 dengan ancaman penjara tujuh tahun. (uri/evito/abri/DS)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Bangka Uri.co.id